Kerukunan Keluarga Kawanua Manokwari Rayakan HUT Ke-55, Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kesejahteraan

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kerukunan Keluarga Kawanua Manokwari (KKKM) menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55, Selasa (30/6), sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkokoh persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan warga Kawanua di Kabupaten Manokwari.

Syukuran yang berlangsung sederhana namun penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan itu dihadiri pengurus dan warga Kawanua. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pengumuman pemenang berbagai lomba dan pertandingan yang telah digelar sebelumnya serta ditutup dengan ramah tamah bersama.

Ketua DPW Kerukunan Keluarga Kawanua Provinsi Papua Barat, Deiby Pangemanan, berharap usia ke-55 menjadi tonggak untuk semakin memperkuat persatuan dan solidaritas warga Kawanua di Manokwari.

“Harapan saya di usia yang ke-55, Kerukunan Keluarga Kawanua Manokwari semakin solid, semakin maju, dan semakin diberkati. Terutama semakin baku sayang, baku-baku bae, dan baku-baku tongka,” ujarnya.

Deiby mengatakan, kerukunan memiliki peran penting sebagai wadah untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Manokwari. Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang selama ini diwariskan harus terus dipelihara agar organisasi tetap menjadi rumah bagi seluruh warga Kawanua.

Ia juga mengajak seluruh warga Kawanua, terutama generasi muda, untuk aktif terlibat dalam setiap kegiatan organisasi. Dengan demikian, semangat gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus diwariskan, sehingga Kerukunan Keluarga Kawanua tetap eksis dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua KKKM Manokwari, Ferry Lukas, mengatakan usia 55 tahun merupakan usia yang matang bagi organisasi. Karena itu, momentum peringatan HUT dimanfaatkan untuk membangun kekompakan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan seluruh warga Kawanua.

“Yang ingin kita bangun bersama adalah kekompakan dalam kerukunan. Tidak dipungkiri kadang terjadi kesalahpahaman, sehingga saya ingin ada kekompakan dan persatuan di antara keluarga Kawanua,” katanya.


Selain memperkuat persaudaraan, Ferry juga mengajak seluruh warga Kawanua untuk bergabung dalam kerukunan agar upaya meningkatkan kesejahteraan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Pada usia ke-55 ini mari kita warga Kawanua bangkit kembali, menjaga kekompakan, kerukunan, dan baku-baku sayang. Itu yang paling utama,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Kerukunan Keluarga Kawanua memiliki semboyan “Sitou Timou Tumou Tou”, yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan atau menghidupkan manusia lain. Menurutnya, nilai tersebut harus menjadi pedoman seluruh warga Kawanua dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita ingin kerukunan berjalan sesuai dengan moto itu, saling menopang dan memberi manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Ferry juga mengajak warga Kawanua untuk terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari serta mempererat persaudaraan dengan seluruh suku Nusantara maupun suku-suku asli Papua yang ada di daerah tersebut.

“Mari kita jaga kebersamaan dengan suku-suku lain untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Kami siap mendukung dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ferry juga berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan perhatian kepada organisasi-organisasi paguyuban, termasuk Kerukunan Keluarga Kawanua, sebagaimana yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami berharap apabila kemampuan anggaran daerah memungkinkan, pemerintah dapat kembali memberikan dukungan kepada setiap kerukunan yang ada di Kabupaten Manokwari, termasuk Kerukunan Keluarga Kawanua,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *