MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah strategis menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa belanja daerah Kabupaten Manokwari saat ini mengalami efisiensi yang cukup besar. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk berhenti berinovasi dan bekerja keras dalam membangun daerah.
“Namun kita tidak boleh terus berada dalam zona nyaman. Kalau ada dalam zona nyaman, kita tidak mengerti arti dari sebuah perjuangan,” kata Hermus, Rabu (10/6).
Menurutnya, tantangan efisiensi anggaran justru harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan PAD. Karena itu, Pemkab Manokwari terus berupaya mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan daerah yang tersedia.
Hermus menjelaskan bahwa peningkatan PAD dilakukan melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. Langkah tersebut mencakup optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal, sekaligus mencari sumber-sumber pendapatan baru yang dapat memberikan kontribusi bagi kas daerah.
“Pemerintah daerah sekalipun ada dalam efisiensi tetap berjuang untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi potensi pendapatan daerah yang mau tidak mau harus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia optimistis, apabila upaya peningkatan PAD dapat berjalan maksimal, maka Kabupaten Manokwari akan mampu bertahan bahkan tetap melaksanakan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
“Kalau ini bisa kita lakukan, percayalah di masa efisiensi saja kita bisa bertahan. Apalagi kalau sudah tidak ada kebijakan itu lagi, saya percaya kita berhasil membangun daerah kita,” tegasnya.
Hermus menambahkan, peningkatan PAD menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Manokwari, terutama di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. (SA01)








