Pemkab Manokwari Dukung TP Posyandu Bangun 10 Posyandu Lagi, Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menyatakan dukungan penuh kepada Tim Pembina (TP) Posyandu dalam upaya mewujudkan pembangunan 10 Posyandu pada tahun ini. Program tersebut ditujukan untuk optimalisasi dan pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Manokwari, sekaligus sebagai langkah perlindungan bagi ibu dan anak.

Hal tersebut disampaikan Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat meresmikan empat Posyandu, Sabtu (2/5). “Kalau saat ini kita bangun empat, mudah-mudahan seperti yang disampaikan Ibu Ketua TP Posyandu, kita bisa bangun lagi 10 Posyandu atau lebih. Kalau perlu, kita pastikan tempat-tempatnya tersedia,” ujar Bupati.

Empat Posyandu yang diresmikan yakni Posyandu Mambruk di Swapen Perkebunan, Posyandu El Gibbor di belakang Pengadilan Negeri Manokwari, Posyandu Matoa di Kampung Rouw-rouw, Distrik Manokwari Selatan, serta Posyandu Tani di Arfai 2, Kelurahan Anday.

Bupati menegaskan bahwa Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Kehadiran Posyandu menjadi bagian penting dalam upaya pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.

Selain itu, ia menyebut pembangunan Posyandu juga merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada ibu dan anak. “Ibu adalah sumber kehidupan. Semua orang lahir dari rahim seorang ibu, termasuk saya dan Wakil Bupati. Tanpa ibu, tidak ada generasi dan tidak ada masa depan,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh petugas dan kader Posyandu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, seolah-olah melayani ibu kandung sendiri. “Layani ibu-ibu yang datang seperti kita melayani ibu kita sendiri agar lahir generasi yang berkualitas, generasi emas untuk Manokwari, Papua, dan Indonesia,” tambahnya.

Selain ibu, Bupati juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan daerah.

Menurutnya, keberlanjutan pembangunan harus dipastikan melalui lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas unggul. “Kita semua akan selesai masa tugasnya, tetapi generasi penerus akan melanjutkan. Karena itu kita harus menciptakan kesinambungan kepemimpinan dan pembangunan yang baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya melindungi ibu dan anak dari berbagai risiko yang dapat menghambat masa depan generasi daerah. “Kita harus menyelamatkan ibu-ibu dan anak-anak dari ancaman yang buruk. Mereka adalah masa depan Manokwari, Papua, dan Indonesia,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *