Ketua Dekranasda Manokwari Tegaskan Langkah Nyata Penguatan Perajin, Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

YOGYAKARTA, SURYA ARFAK — Komitmen pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Manokwari terus diperkuat melalui langkah nyata yang diinisiasi Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou. Melalui pelatihan lanjutan di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, Dekranasda tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun fondasi kemandirian perajin berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang dirancang langsung oleh Dekranasda sebagai bentuk keseriusan menyiapkan perajin Manokwari agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan tuntutan pasar yang semakin dinamis.

Pada hari pertama, pelatihan difokuskan pada penguatan teori, meliputi pengenalan bahan dan alat sebagai dasar penting dalam proses produksi kriya yang berkualitas.

Dalam sesi merajut serat alami, para perajin dibekali kemampuan mengolah bahan baku secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang mudah dijangkau di wilayah Manokwari.

Sementara pada pelatihan batik, peserta mendapatkan pendalaman terkait pembuatan zat pewarna alami serta lilin malam, yang menjadi elemen utama dalam menghasilkan produk batik bernilai estetika dan ekonomi.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi strategis bagi masa depan perajin lokal.

“Kami ingin para perajin tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami setiap proses secara utuh—dari bahan, teknik, hingga nilai jualnya. Ketika pemahaman itu kuat, maka kemandirian akan tumbuh, dan di situlah ekonomi lokal kita akan bergerak secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (27/4).

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi bagi para perajin setelah mengikuti pelatihan.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan. Harus dibawa pulang, dikembangkan, dan diterjemahkan menjadi produk khas Manokwari yang memiliki identitas kuat. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di pasar sendiri, tetapi harus menjadi pelaku utama,” tambahnya.

Febelina Indou juga memastikan Dekranasda akan terus hadir sebagai penggerak dan pendamping bagi para perajin, sehingga setiap program pelatihan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas produk dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah ini menjadi bukti bahwa Dekranasda Kabupaten Manokwari tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga motor penggerak transformasi ekonomi kreatif daerah, mendorong perajin lokal untuk naik kelas, mandiri, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *