MANOKWARI, SURYA ARFAK – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Sorong berkomitmen mendukung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat melalui penguatan edukasi kesehatan dan keterlibatan dosen serta mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Direktur Poltekkes Kemenkes Sorong, Butet Agustarika, mengatakan program CKG bukan sekadar intervensi jangka pendek, tetapi langkah strategis jangka panjang untuk mewujudkan sumber daya manusia Papua Barat yang sehat, unggul, dan produktif.
“Program CKG bukan hanya intervensi jangka pendek dari Presiden Prabowo, tetapi juga jangka panjang untuk membentuk SDM Papua Barat yang sehat dan produktif. Melalui program ini, tenaga kesehatan didorong melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti anemia, stunting, hipertensi, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya,” ujarnya, dalam sosialisasi program CKG dan MBG bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Manokwari, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Butet, program MBG juga menjadi strategi penting dalam pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak usia sekolah, mengingat masalah gizi seperti stunting dan anemia masih menjadi tantangan di Papua Barat.
“Intervensi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan sangat diperlukan agar anak-anak kita tumbuh optimal, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan generasi saat ini, terutama anak-anak dan balita yang kelak menjadi pelaku pembangunan.
“Generasi yang saat ini dalam kandungan, balita, dan anak usia sekolah akan menjadi aktor utama pada 2045. Karena itu, investasi kesehatan dan gizi saat ini menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa, termasuk di Papua Barat dan Manokwari,” jelasnya.
Sebagai institusi pendidikan tenaga kesehatan, Poltekkes Kemenkes Sorong berkomitmen mendukung implementasi CKG dan MBG melalui penguatan edukasi kesehatan masyarakat serta mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan promotif dan preventif di masyarakat.
“Kami juga berkomitmen menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan lokal di Papua Barat,” tegas Butet.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menegaskan bahwa keterlibatan institusi pendidikan kesehatan seperti Poltekkes sangat penting dalam memastikan keberhasilan program CKG dan MBG di Papua Barat.
“Poltekkes memiliki peran strategis karena mencetak tenaga kesehatan sekaligus menjadi agen edukasi di masyarakat. Dukungan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan promotif dan preventif akan memperkuat pelaksanaan CKG dan MBG di daerah,” ujar Obet.
Ia menambahkan, investasi kesehatan dan gizi yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi Papua Barat yang sehat dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045 berhasil, maka generasi yang hari ini dalam kandungan dan usia sekolah harus sehat dan bergizi baik. Karena itu, program CKG dan MBG harus kita jaga dan sukseskan bersama, termasuk melalui peran Poltekkes dan tenaga kesehatan di Papua Barat,” katanya. (SA01)








