MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pengurus provinsi cabang olahraga (Pengprov Cabor) mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat segera menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk memilih ketua definitif.
Desakan tersebut menjadi hasil pertemuan para pengprov cabor yang digelar pada Kamis (2/4/2026), menyusul masa bakti Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Papua Barat yang akan berakhir pada 30 April 2026.
Koordinator Pengprov Cabor yang juga Sekretaris Pengprov PASI Papua Barat, Septer Dimara, mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mendorong percepatan pelaksanaan Musprov KONI Papua Barat.
“Intinya kami mendorong segera dilaksanakannya Musprov dengan tahapan diawali Musyawarah Kerja, pembentukan tim penjaringan dan penyaringan bakal calon ketua umum, serta pembentukan panitia Musprov,” ujarnya.
Menurutnya, masa kepemimpinan Plt Ketua KONI yang terbatas hingga akhir April mengharuskan seluruh tahapan tersebut segera dilaksanakan. Namun, pihaknya menilai tahapan itu belum berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami dari cabor melihat tahapan-tahapan ini belum dilaksanakan. Karena itu, kami mengambil langkah untuk mendorong agar Musprov segera digelar. Jika tidak sampai 30 April, ini bisa menjadi beban bagi cabor dan KONI kabupaten/kota,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir salah satu bakal calon Ketua Umum KONI Papua Barat. Namun, Septer menegaskan kehadiran tersebut tidak serta-merta menjadi bentuk dukungan dari pengprov cabor.
“Kami terbuka jika ada bakal calon lain yang ingin bertemu dan memaparkan visi misi. Kehadiran hari ini bukan berarti kami sudah menyatakan dukungan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Pengprov Cabor Selam, Markus Waran, mengatakan bahwa pertemuan ini juga sebagai langkah awal untuk menyampaikan masukan kepada Plt Ketua KONI terkait pelaksanaan mandat dari KONI Pusat.
“Kami ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan tugas Plt Ketua KONI dalam mempersiapkan tim penjaringan dan penyaringan, Musker, serta Musprov,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan menyampaikan aspirasi kepada Plt Ketua KONI dan juga kepada Gubernur Papua Barat selaku pembina KONI.
“Kami berharap ada transparansi dalam proses ini, sehingga kepengurusan KONI yang baru nantinya bisa berjalan baik dan mampu menghidupkan cabang olahraga serta menyiapkan atlet menuju PON 2028 di NTT,” jelasnya.
Markus juga mengingatkan, jika tahapan Musprov tidak segera dilaksanakan, maka berpotensi mengganggu pembinaan atlet.
“Kalau ini tidak berjalan, bukan tidak mungkin atlet-atlet yang sudah disiapkan akan pindah ke provinsi lain,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua AFP Papua Barat, Aloysius Siep, menegaskan bahwa seluruh cabor sepakat mendorong percepatan Musprov sebelum masa jabatan Plt Ketua KONI berakhir.
“Kami akan bersurat ke Plt Ketua KONI, kemudian bertemu Gubernur Papua Barat sebagai pembina. Dalam bulan ini Musprov harus jalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, fokus utama cabor saat ini bukan pada figur calon ketua, melainkan memastikan Musprov dapat segera dilaksanakan.
“Kami tidak membicarakan siapa yang maju, tapi Musprov harus segera digelar. Kami juga berharap bakal calon lain dapat bertemu dengan cabor untuk menyampaikan visi misi,” pungkasnya. (SA01)








