MANOKWARI, SURYA ARFAK – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Manokwari menyelenggarakan Catholic Choir Festival (CCF) II tahun 2026 pada 27–28 Februari 2026 di aula Gereja Katolik Ko-Katedral Agustinus Brawijaya. Kegiatan ini menjadi ajang seleksi peserta yang akan mewakili Kabupaten Manokwari pada Pesparani Katolik tingkat Provinsi Papua Barat di Teluk Bintuni, Juli mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari, Yan Ayomi, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi Pemkab Manokwari terhadap pelaksanaan CCF II 2026. Menurutnya, festival ini merupakan sarana bersyukur dan memuliakan Tuhan sekaligus membentuk karakter serta memperkuat iman umat Katolik di Manokwari.
“Pemerintah daerah meyakini pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan mental, spiritual, moral, dan iman masyarakat sebagai investasi sosial bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pengurus LP3KD Manokwari atas konsistensi membina seni budaya dan kegiatan spiritual gereja yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter.
Kepada peserta, Sekda berpesan agar festival dijadikan ajang pembinaan dan persaudaraan, bukan semata kompetisi. “Bangun semangat pelayanan melalui talenta yang Tuhan berikan. Yang terpenting adalah bagaimana kita memuliakan Tuhan melalui nyanyian dan pelayanan,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat yang diwakili Pembimas Katolik, Hugo Rizal, menyatakan kegiatan tersebut merupakan wujud pembinaan umat melalui seni dan budaya religius. Musik dan nyanyian, menurutnya, bukan sekadar ekspresi seni, tetapi sarana doa dan pewartaan iman.
“Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi partisipasi, kreativitas, dan kesaksian iman. Jadikan momentum ini untuk memperkuat persaudaraan dan semangat pelayanan,” ujarnya.
Ketua LP3KD Papua Barat, Roberth KR Hammar, mengatakan pada Pesparani tingkat provinsi kabupaten tidak wajib mengikuti seluruh 13 cabang lomba. Ia menyarankan Manokwari fokus pada cabang yang berpotensi meraih hasil terbaik, seperti paduan suara anak (PSA) dan paduan suara orang muda Katolik (OMK).
Ketua LP3KD Manokwari, Ivanna Roring, menjelaskan CCF II diikuti 250 peserta dari tiga paroki, satu praparoki, dan dua stasi. Kategori lomba meliputi Bertutur Kitab Suci Anak, Cerdas Cermat Rohani Anak dan Remaja, Mazmur berbagai kategori usia, Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), serta Paduan Suara Anak (PSA).
Sebanyak 12 juri dilibatkan, terdiri atas tiga juri nasional dan sembilan juri daerah. Melalui CCF II diharapkan setiap paroki dapat menemukan potensi umat yang bermanfaat bagi pelayanan gereja.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun, dan anggota DPRK Manokwari, Yosep Yan Karmadi, serta perwakilan paroki, praparoki, dan stasi. (SA01)








