Hadiri HUT ke-80 PWKI, Hermus Ajak Perempuan Kristen Terus Berkarya dan Bersinergi dengan Pemerintah

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) yang digelar DPD PWKI Papua Barat di Manokwari, Sabtu (28/2/2026). Hermus hadir bersama Wakil Bupati H. Mugiyono, Sekda Manokwari Yan Ayomi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Manokwari.

Pada kesempatan itu, Hermus atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Manokwari mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 PWKI kepada seluruh pengurus PWKI di Indonesia, khususnya DPD PWKI Papua Barat. Ia berharap di usia yang semakin matang, PWKI semakin kuat dan menjadi berkat bagi bangsa, tanah Papua, Papua Barat, dan Kabupaten Manokwari.

“PWKI bukan organisasi biasa. Berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka, PWKI adalah bagian dari denyut nadi perjuangan kemerdekaan dan pembangunan karakter bangsa. Di usia ke-80 ini, PWKI telah membuktikan eksistensinya sebagai organisasi yang konsisten membina iman, memperkuat persatuan, dan meningkatkan peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Hermus.

Ia menilai tema HUT ke-80 PWKI, “Delapan Dekade Suara dan Karya PWKI Mengokohkan Citra dan Berdayakan Perempuan Indonesia”, sangat relevan dengan konteks kebersamaan di Papua Barat dan Manokwari sebagai daerah majemuk.

Menurut Hermus, delapan dekade perjalanan PWKI merupakan sejarah panjang yang diwarnai suara perempuan Kristen yang membawa damai, menolak kekerasan, membangun toleransi, dan memperkuat dialog di tengah masyarakat. Selain itu, PWKI juga telah menunjukkan karya nyata di bidang spiritual, sosial kemanusiaan, ekonomi, dan pendidikan.

Hermus juga mengapresiasi DPD PWKI Papua Barat yang dinilai konsisten berdiri bersama pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di daerah. Ia menegaskan penyelesaian masalah masyarakat membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi sosial dan keagamaan.

“Untuk menuntaskan masalah, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua institusi sosial harus berdiri bersama. Jika diorganisasikan dengan baik, maka berlaku prinsip berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” katanya.

Hermus berpesan agar PWKI terus bertumbuh menjadi organisasi yang dewasa, kuat secara mental dan spiritual, serta mampu melahirkan terobosan dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“PWKI teruslah berjuang dan bersinergi dengan semua pemangku kepentingan di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat. Mari bermitra membangun kekuatan bersama demi kemajuan daerah,” ujarnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *