Manokwari, SURYA ARFAK – Pasangan Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani (DOAMU) setuju dan mendukung pendidikan berpola asrama di Papua Barat.
Pendidikan berpola asrama dinilai baik untuk membangun karakter dan solidaritas generasi muda calon pemimpin masa depan.
Calon Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, setuju dengan penerapan sekolah berpola asrama di Papua Barat.
“Diharapkan di setiap kabupaten ada sekolah SMA atau SMK yang berpola asrama,” ujarnya saat DOAMU bertatap muka dengan masyarakat tujuh kampung distrik Fakfak Tengah, Selasa (12/11/2024).
Menurut Dominggus, sekolah berpola asrama baik untuk membangun rasa persaudaraan dan kekeluargaan di antara siswa yang tinggal di asrama.
“Kalau asrama, sampai mereka tamat dan bepencar di mana-mana juga mereka akan selalu saling mengingat satu sama lain,” ujarnya.
Sebelumnya, tokoh agama Kristen Fakfak Tengah, Didimus Temongmere, meminta jika DOAMU terpilih memimpin Papua Barat agar mengembangkan pendidikan berpola asrama untuk pengembangan iman dan moral anak muda.
Dia juga meminta untuk mendukung pembagunan patung Kristus Raja untuk mendukung destinasi wisata rohani di Pulau Bonyom.
Dia juga meminta perhatian terhadap peringatan masuknya agama Katolik di tanah Papua setiap 22 Mei.
“Juga perhatikan pembanhunan rumah-rumah ibadah,” ujarnya.
Tokoh agama Katolik, Cyrillus Adopak, mengatakan umat Katolik telah menetapkan 22 Mei sebagai hari masuknya misi Katolik di tanah Papu.
Diharapkan Pemprov Papua Barat nantinya menetapkan secara resmi dan dijadikan sebagai hari libur fakultatif di tanah Papua.
“Kami berikan aspirasi ini dengan jaminan suara dari Fakfak tidak kurang dari 80 persen,” tukasnya.(SA01)








