Terima Keluhan Orangtua Siswa terkait SPMB, Disdik Manokwari Bersama Sekolah Siap Cari Solusi

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Ratusan orangtua yang anaknya tidak terakomodir dalam penerimaan murid baru di sejumlah SMP dan SMA negeri mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Rabu (2/7/2025). Mereka meminta Dinas Pendidikan untuk memastikan kepastian nasib anak-anak mereka yang ingin bersekolah di sekolah negeri.

Koordinator orangtua siswa, Yunita Mambor, menuturkan bahwa sejak pagi para orangtua mengantre untuk mendaftar secara online yang dijadwalkan dibuka pukul 07.00 WIT. Namun, ketika tepat pukul 07.00 WIT, link pendaftaran ditutup. Akibatnya, banyak orangtua yang tidak bisa mendaftarkan anak-anaknya.

“Makanya kami datang ke dinas minta kepastian karena kami dengar ada dua opsi, kalau online ditutup maka offline dibuka. Dan tadi kami minta jalur offline itu,” tegasnya.

Menurut dia, orangtua siswa yang mendatangi Dinas Pendidikan adalah orangtua yang tidak bisa mendaftarkan anak di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 6 Manokwari. Selain itu juga orangtua siswa yang anaknya tidak bisa mendaftar di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Manokwari.

“Tadi kami masukkan berkas sesuai dengan daftar nama sekolah, seperti SMP Negeri 1. Kami serahkan map ditulis sesuai dengan sekolah, SMP Negeri 1, kami tidak tahu dari dalam mengatur seperti apa, tapi tadi sudah dibuat koordinator untuk setiap sekolah yang ada,” katanya.

Berkas yang diserahkan ke Dinas Pendidikan yakni fotokopi ijazah anak dan kartu keluarga (KK) orangtua.

“Kami tidak diminta domisili, entah mereka bagi di dalam, itu sesuai prosedur mereka. Cuma kami tadi diimbau untuk kumpulkan sesuai dengan sekolah tertentu dan saya koordinator SMPN 1 untuk kumpulkan berkas tadi,” sebutnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Paitu Sayori, mengatakan bahwa pada prinsipnya Dinas Pendidikan menerima keluhan orangtua dan siap mencari solusinya.

“Solusinya, pertama adalah kita harus terima mereka punya berkas yang ada untuk ditampung dan ditindaklanjuti dengan melakukan verifikasi dan akan cari solusinya. Bagaimana untuk sekolah-sekolah yang belum ditampung bagaimana kita akan bisa masukkan di situ,” katanya.

Pihaknya, kata Sayori, juga akan berkoordinasi dengan kepala-kepala sekolah untuk mencari solusi terkait persoalan tersebut. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *