Mugiyono Sebut PMT Bagian dari Upaya Penurunan Angka Stunting di Manokwari

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemkab Manokwari terus bekerja dan berusaha menurunkan angka stunting. Diharapkan semua pihak terlibat dan berkontribusi dalam upaya penanganan dan penurunan angka stunting di kabupaten Manokwari.

“Walau masih cukup besar, akan terus berusaha menurunkannya,” kata Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, pada pelaksanaan pemberian makanan tambahan bagi baduta, ibu hamil dan keluarga berisiko stunting, Kamis (26/6/2025).

Menurut Mugiyono, pemberian makanan tambahan juga merupakan bagian dari upaya menurunkan angka stunting.

“Sekaligus kami berharap ada banyak kontribusi dari masyarakat, organisasi, dan stakeholders untuk membantu program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Anak Stunting). Sebab pelaksanaan program Genting tidak bisa menggunakan APBD,” katanya.

Mugiyono berharap melalui kegiatan tersebut dapat memicu dan memacu masyarakat untuk bisa membantu mereka yang berisiko stunting baik baduta maupun ibu hamil.

“Total yang berisiko stunting juga masih banyak tapi kita akan terus bergerak, yang memungkinkan menggunakan APBD kita pakai APBD, yang tidak bisa menggunakan APBD kita harus berkolaborasi dengan pihak terkait dan elemen masyarakat untuk menuntaskan stunting, paling tidak menguranginya,” tandas Mugiyono.

Sekretaris BKKBN Papua Barat, Yahya Rumbino, berharap melalui pemberian makanan tambahan, semua keluarga dan anak berisiko stunting dapat teratasi dan memiliki gizi yang baik agar hidup sehat dan bisa Sejahtera.

“Dengan demikian, harapan Indonesia Emas 2045 bisa tercapai. BKKBN akan terus melaksanakan kegiatan untuk penurunan angka stunting,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang KBKS pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Kabupaten Manokwari, Martha Maria Pattipeilohy, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendampingan oleh tim pendamping keluarga (TPK) dan dari hasil survei pendataan keluarga, jumlah ibu hamil di kabupaten Manokwari Sebanyak 5.819 orang dengan yang berisiko sebanyak 1.358 orang.

“Jumlah intervensi yang sudah dilakukan terhadap sasaran ibu hamil sebanyak 108 orang dengan bantuan PMT penyuluhan,” katanya.

Sementara jumlah baduta 6.439 orang. Dari jumlah itu, yang berisiko 338 orang dan yang sudah diintervensi 105 orang.

Pemkab Manokwari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB, lanjutnya, telah melakukan intervensi kepada baduta 0-23 bulan sebanyak 35 anak melalui program makanan 90 hari atau 3 bulan dengan biaya sekali makan sebesar Rp20 ribu per anak dengan komposisi takaran menu yang sudah ditentukan atau dihitung oleh ahli gizi dan dikelola TPK.

“Interveni program 90 hari ini baru berjalan selama 2 bulan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa intervensi juga dilakukan melalui intervensi penyuluhan kepada ibu hamil berisiko stunting, intervensi penyuluhan bagi baduta berisiko stunting, intervensi pada Posyandu di kabupaten Manokwari, serta intervensi penyuluhan kepada keluarga berisiko stunting. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *