MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Hermus Indou dan Mugiyono, meninjau langsung kondisi banjir dan kondisi masyarakat yang terkena musibah banjir di kampung Mansaburi, distrik Masni, Rabu (11/6/2025).
Pada kesempatan itu, Bupati Hermus dan Wabup Mugiyono juga memberikan bantuan kepada warga korban banjir.
Usai menyerahkan bantuan, Bupati Hermus mengemukakan bahwa banjir terjadi karena sedimentasi di kali Wariori, sehingga ketika curah hujan tinggi terutama di hulu air berbelok ke permukiman warga.
Akibat banjir itu, sebanyak 38 rumah warga dan dua rumah ibadah di kampung Mansaburi terendam. Hingga kini sekitar 300 lebih jiwa yang terdampak terpaksa mengungsi ke balai kampung, sekolah, dan rumah warga sekitar. Ada juga warga yang mendirikan tenda di lokasi yang tidak dijangkau banjir.
Menurut Hermus, dirinya bersama Wabup Mugiyono berkomitmen membantu warga korban banjir.
“Untuk hari ini ada beberapa bantuan yang kita sudah bawa dan diserahkan untuk membantu masyarakat di tempat ini,” katanya.
Sementara untuk upaya pencegahan banjir dari kali Wariori, menurut Hermus, untuk upaya darurat aliran air dari kali Wariori akan dibendung dan dialihkan ke daerah aliran sebelumnya.
“Kemudian nanti upaya permanen kita membangun bronjong di tempat di mana terjadi aliran air ke kampung ini. Ini kita akan segera lakukan,” katanya.

Namun demikian, kata Hermus, Pemkab Manokwari tidak bisa bekerja sendiri. Pemkab akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Papua Barat agar berkolaborasi mengatasi masalah banjir di kampung Mansaburi.
“Pemkab Manokwari akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Papua Barat untuk memastikan bahwa upaya kolaborasi dalam membantu masyarakat kita di distrik Masni ini terutama di kampung Mansaburi dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa mengupayakan untuk mengerjakannya, sehingga masyarakat kita bisa kembali beraktivitas seperti semula,” tegasnya.
Saat ini, rumah-rumah warga di kampung Mansaburi masih terendam air. Bupati Hermus memastikan dalam satu pekan ke depan airnya kering dan tidak ada lagi rumah yang terendam air.
“Supaya aktivitas peribadatan dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat termasuk warga yang kebunnya terendam kita pastikan mudah-mudahan tidak tergenang lagi dan masyarakat bisa melangsungkan hidup seperti biasa,” ujarnya.
Bupati Hermus pun berharap aparat kampung dan distrik membantu Pemkab Manokwari untuk memastikan upaya penanganan secepatnya dilaksanakan. (SA01)








