MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemain Sekretariat Daerah (Setda), Riky Waromi, menyampaikan permohonan maaf atas aksi kekerasan yang dilakukannya dalam pertandingan perempat final turnamen futsal Bupati Manokwari Cup 2026 antara Setda menghadapi Kesbangpol, Senin (26/10).
Insiden tersebut membuat pertandingan harus dihentikan dan baru dilanjutkan pada Rabu (28/10). Riky mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang telah dilakukan.
“Pada kesempatan ini saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada wasit Akbar atas kesalahan yang telah saya buat,” kata Riky.
Permintaan maaf juga disampaikan kepada seluruh wasit turnamen futsal Bupati Manokwari Cup 2026, perangkat pertandingan, serta panitia penyelenggara.
Riky menyatakan penyesalannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia mengaku akan menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran untuk memperbaiki sikapnya dalam pertandingan berikutnya.
“Saya salah, saya menyesal. Ke depan saya perbaiki dan tidak buat lagi,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, Riky tidak diperbolehkan tampil saat pertandingan Setda menghadapi Kesbangpol dilanjutkan pada Rabu (28/10).
Panitia penyelenggara juga tengah menyiapkan sanksi terhadap Riky sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku dalam turnamen Bupati Manokwari Cup 2026.
Pertandingan Setda melawan Kesbangpol sendiri menjadi salah satu laga perempat final kategori OPD yang harus diselesaikan setelah sempat terhenti akibat insiden tersebut. (SA01)








