MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua Barat meminta sekolah penerima manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Manokwari memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah dibangun untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala BPMP Papua Barat, Yustus Awoitauw, menyampaikan hal tersebut saat Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi di SD Inpres 42 Taman Ria Manokwari, Kamis (22/10). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Manokwari yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Parjiyanti, Wakil Ketua Komisi IV DPRK Manokwari Trisep Kambuaya, unsur Forkopimda, sejumlah kepala sekolah, guru dan siswa.
Yustus mengatakan Program Revitalisasi Sekolah telah dilaksanakan Kemendikdasmen selama dua tahun. Melalui program tersebut, sebagian sekolah mendapatkan rehabilitasi, sementara sekolah lainnya dibangun dengan fasilitas baru.
“Untuk Kabupaten Manokwari ada 45 sekolah penerima manfaat dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp36 miliar,” kata Yustus.
Ia mengatakan progres pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Manokwari pada 2026 telah mencapai 65 persen. Dalam pelaksanaannya, BPMP juga melibatkan kejaksaan dan kepolisian untuk memastikan tidak terjadi intervensi terhadap kepala sekolah penerima program.
Menurutnya, besarnya anggaran program menjadi salah satu alasan pengawasan perlu diperkuat. Yustus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Manokwari, kejaksaan, kepolisian dan DPRK sehingga pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik.
“Kita sangat bersyukur di Kabupaten Manokwari dengan dukungan pemerintah daerah, kejaksaan dan kepolisian, ditambah DPRK, sehingga program ini berjalan dengan baik,” ujarnya. Ia berharap dukungan semua pihak terus diberikan agar Manokwari kembali mendapatkan Program Revitalisasi Sekolah pada tahun berikutnya.
Selain revitalisasi sekolah, Yustus mengatakan Kemendikdasmen juga menjalankan program Papan Digitalisasi. Saat ini baru satu sekolah yang mendapatkan satu unit, namun ke depan setiap sekolah ditargetkan memperoleh dua unit.
“Ini era digital, sehingga anak-anak perlu diperkenalkan dengan teknologi. Mohon pihak sekolah siapkan anak-anak dengan baik dan guru-guru untuk memanfaatkan program ini untuk mengajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Parjiyanti, mengatakan pihaknya memfasilitasi, mendampingi dan melakukan monitoring untuk memastikan tidak ada intervensi dalam bentuk apa pun terhadap kepala sekolah penerima program.
Ia menjelaskan, program dilaksanakan panitia revitalisasi sekolah berdasarkan pengetahuan yang diperoleh melalui bimbingan teknis dan pendampingan daring dari Kemendikdasmen. Parjiyanti juga mengapresiasi sekolah penerima yang melaksanakan pembangunan sesuai RAB.
“Sejumlah sekolah telah menyelesaikan pelaksanaannya, sementara beberapa sekolah masih dalam tahap pelaksanaan karena baru mendapatkan program pada tahap kedua,” jelasnya.
Menurut Parjiyanti, pelaksanaan program dapat berjalan baik karena adanya komitmen bersama antara pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan tanpa masalah sehingga peluang Manokwari mendapatkan tambahan program revitalisasi pada tahun berikutnya semakin terbuka. (SA01)








