Panen Perdana Cabai Program TEKAD Bedip Matoa Capai 500 Kilogram, Bernilai Rp56 Juta

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari, Aswandi, melakukan panen perdana cabai dari demplot program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kampung Bedip Matoa, Distrik Prafi, Sabtu (10/10).

Mugiyono mengapresiasi kelompok tani yang berhasil melaksanakan program TEKAD dan menghasilkan panen cabai dengan hasil yang menggembirakan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan program pemberdayaan ekonomi kampung dapat dikembangkan menjadi usaha produktif masyarakat.

Ia berharap keberhasilan kelompok tani di Bedip Matoa dapat menjadi motivasi bagi kelompok lain yang mengikuti program TEKAD untuk mengembangkan usaha sesuai bidang masing-masing.

Sementara itu, Kepala DPMK Kabupaten Manokwari, Aswandi, mengatakan panen perdana tersebut menghasilkan lebih dari 500 kilogram cabai dari lahan seluas dua hektare.

“Dari hasil panen perdana ini mereka mendapatkan Rp56 juta. Ada 500 kilogram lebih cabai yang dipanen di atas lahan usaha dua hektare,” kata Aswandi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut semakin bernilai karena kelompok tani demplot cabai Bedip Matoa melibatkan masyarakat asli Papua sebagai anggota. Keterlibatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman dalam budidaya, tetapi juga pengetahuan mengenai pasar dan tata niaga hasil pertanian.

“Saya berharap mereka bisa mentransformasi pengetahuan kepada saudara-saudara kita orang asli Papua, tidak hanya tentang budidaya cabai, tetapi juga mengenai mekanisme pasar dan perhitungan tata niaganya,” ujarnya.

Aswandi juga mengapresiasi antusiasme masyarakat asli Papua yang terlibat dalam kelompok demplot. Mereka dinilai aktif mengikuti berbagai kegiatan kelompok dan menunjukkan kemauan untuk belajar mengembangkan usaha pertanian.

Ia mengatakan masyarakat asli Papua bahkan telah menyatakan akan mengadopsi program TEKAD melalui Dana Desa pada tahun depan, khususnya dalam pelaksanaan program ketahanan pangan yang dibiayai dari Dana Desa. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *