MANOKWARI, SURYA ARFAK — Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membantu masyarakat yang menjadi korban dan terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain dukungan anggaran tersebut, Pemprov Papua Barat juga melakukan penggalangan donasi dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana, Senin (21/9).
Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Provinsi Papua Barat, Clinton Tallo. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemprov Papua Barat yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Flores.
“Atas nama masyarakat Flobamora, khususnya masyarakat Flores, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur serta jajaran Pemprov Papua Barat atas kepedulian dan perhatian kepada masyarakat Flores yang mengalami musibah bencana gempa bumi,” ujar Clinton.
Menurut Clinton, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Bantuan dari Papua Barat juga menunjukkan kuatnya empati Pemprov dan masyarakat Papua Barat terhadap masyarakat korban gempa Flores.
Ia berharap bantuan yang diberikan Pemprov Papua Barat dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak serta membantu meringankan beban yang harus mereka tanggung setelah bencana.
Clinton juga menilai penggalangan donasi di lingkungan ASN Pemprov Papua Barat menjadi bentuk nyata kepedulian yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat bantuan kemanusiaan yang disalurkan kepada warga terdampak.
Bantuan dan donasi dari Papua Barat selanjutnya diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah-wilayah terdampak gempa Flores, sehingga bantuan benar-benar dirasakan oleh warga dalam proses pemulihan.
Bagi masyarakat Flores, perhatian dari Papua Barat bukan sekadar bantuan dalam bentuk materi, tetapi juga menjadi pesan persaudaraan bahwa di tengah musibah, mereka tetap memiliki saudara yang peduli dan berdiri bersama dalam menghadapi masa sulit. (SA01)








