MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menerima kedatangan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) “Kesatria” dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang akan bertugas selama empat bulan di kawasan transmigrasi Prafi.
Tim tersebut diterima oleh Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari, Yan Ayomi, di ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari, Senin (3/8).
Mugiyono mengatakan, kehadiran tim tersebut bukan sekadar menjalankan kegiatan penelitian, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan kawasan transmigrasi.
“Kehadiran tim ini bukan sekadar menjalankan agenda penelitian atau riset, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi dalam membangun kawasan transmigrasi yang semakin maju, mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Mugiyono, kawasan transmigrasi Prafi yang meliputi Distrik Prafi, Masni, Sidey, dan Manokwari Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta berbagai sektor ekonomi produktif lainnya.
Selama ini, kawasan tersebut telah memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap program tersebut dapat menghasilkan peta potensi wilayah, rekomendasi kebijakan, identifikasi komoditas unggulan, peluang investasi, serta model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan oleh pemerintah.
Pemkab Manokwari, lanjut Mugiyono, juga berkomitmen memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan program, mulai dari penelitian lapangan, pengumpulan data, diskusi kelompok, hingga penyusunan rekomendasi pembangunan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Universitas Airlangga, Prof. Dr. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., berharap keberadaan tim tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami bertekad bekerja secara optimal untuk menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan dan kepakaran yang kami miliki,” katanya.
Ia juga berharap kerja sama antara Universitas Airlangga dan masyarakat di kawasan transmigrasi dapat terus berlanjut pada masa mendatang.
“Kami bermimpi nantinya ada desa-desa atau daerah unggulan binaan Universitas Airlangga di Papua, khususnya di Manokwari dan Prafi,” ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba, menjelaskan bahwa Tim Ekspedisi Patriot Unair terdiri atas 20 kelompok dengan total 100 anggota.
Selama empat bulan ke depan, mereka akan tinggal bersama masyarakat di Distrik Prafi, Masni, Sidey, dan Manokwari Utara untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. (SA01)








