BINTUNI, SURYA ARFAK – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, resmi menutup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni, Jumat (10/7) malam.
Dalam sambutannya, Yohanis menyampaikan bahwa selama empat hari Teluk Bintuni menjadi rumah bersama bagi seluruh kontingen Pesparani IV Papua Barat yang dipenuhi doa, pujian, persahabatan, dan pelayanan.
“Empat hari yang mengajarkan kepada kita bahwa ketika iman dipadukan dengan kasih, maka perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan,” katanya.
Menurutnya, Pesparani memberikan pelajaran penting tentang arti kebersamaan. Ia mengibaratkan kehidupan masyarakat seperti sebuah paduan suara yang hanya dapat menghasilkan harmoni apabila setiap orang mampu saling mendengar, menghargai, melayani, dan melengkapi.
“Sebagaimana sebuah paduan suara tidak akan menghasilkan harmoni apabila setiap penyanyi hanya ingin menonjolkan suaranya sendiri. Demikian pula Papua Barat hanya akan menjadi daerah yang damai dan maju apabila setiap anak bangsa bersedia berjalan dalam irama yang sama,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat membawa nilai-nilai Pesparani ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, gereja, masyarakat, maupun tempat pengabdian masing-masing.
“Jadikan semangat melayani, kerendahan hati, gotong royong, dan kasih sebagai irama yang terus menyatukan langkah kita, sehingga Papua Barat senantiasa menjadi rumah bersama yang damai, harmonis, inklusif, dan semakin diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.
Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, Yohanis menyampaikan ucapan selamat dan meminta agar keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan talenta serta mempersiapkan diri menghadapi Pesparani tingkat nasional.
Sementara bagi peserta yang belum meraih juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati karena setiap pelayanan dan pujian kepada Tuhan memiliki nilai yang sama.
“Sesungguhnya tidak ada yang kalah ketika seseorang memuji Tuhan dengan hati yang tulus,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Yohanis juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, LP3KD Papua Barat, para pastor, dewan juri, aparat TNI dan Polri, tenaga kesehatan, relawan, sponsor, masyarakat Teluk Bintuni, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Pesparani IV Papua Barat.
Secara khusus, ia memberikan penghargaan kepada Wakil Bupati Teluk Bintuni sekaligus Ketua Panitia Pesparani IV Papua Barat, Joko Lingara, bersama ibu Nurjanah Lingara, serta Ketua Umum LP3KD Papua Barat, Prof. Dr. Roberth K.R. Hammar.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen dan para kepala daerah yang hadir menyaksikan penutupan Pesparani, termasuk Wakil Bupati Fakfak beserta ibu dan Wakil Bupati Teluk Wondama beserta ibu. (SA01)








