BINTUNI, SURYA ARFAK – Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Manokwari Selatan, Yosep I. Sabubun, memastikan pihaknya akan memaksimalkan pembinaan peserta sebagai persiapan menghadapi Pesparani Katolik Tingkat Nasional di Manado.
Hal itu disampaikan Yosep menyusul capaian membanggakan kontingen Manokwari Selatan pada cabang lomba Mazmur dalam Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat di Teluk Bintuni, Rabu (8/7).
Pada kategori Mazmur Orang Muda Katolik (OMK), Kabupaten Manokwari Selatan berhasil meraih Juara I dengan nilai 80,90. Sementara pada kategori Mazmur Dewasa, kontingen Manokwari Selatan kembali mencatat prestasi dengan menempati Juara II setelah memperoleh nilai 79,00.
Menurut Yosep, hasil tersebut menjadi motivasi bagi LP3KD Manokwari Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, terutama bagi peserta yang akan mewakili Papua Barat pada ajang Pesparani Katolik Tingkat Nasional.
Ia mengatakan berbagai masukan yang disampaikan dewan juri akan menjadi bahan evaluasi agar kemampuan peserta semakin berkembang, khususnya dalam aspek penguasaan diksi, teknik vokal, penghayatan, tempo, serta penyampaian mazmur sebagai doa yang dinyanyikan.
”Masukan dari dewan juri, khususnya terkait pengucapan diksi, teknik vokal, tempo, dan penghayatan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Persiapan menuju Pesparani tingkat nasional di Manado tentu harus lebih matang,” ujar Yosep.
Ia menuturkan LP3KD Kabupaten Manokwari Selatan akan terus berkoordinasi dengan LP3KD Provinsi Papua Barat untuk menyusun program pembinaan yang lebih intensif, termasuk menghadirkan pelatih maupun pendamping yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan peserta.
”Kami membutuhkan kerja sama dengan LP3KD Provinsi Papua Barat agar pembinaan dapat dilakukan secara maksimal, termasuk terkait pelatih dan pendamping yang akan mempersiapkan peserta kami menuju Manado,” katanya.
Yosep mengaku bangga atas hasil yang diraih kontingen Manokwari Selatan. Menurutnya, capaian tersebut melampaui ekspektasi mengingat peserta yang diberangkatkan berasal dari satu stasi dengan jumlah personel yang terbatas.
”Kami datang dengan jumlah personel yang tidak banyak karena hanya berasal dari satu stasi. Target awal kami sebenarnya hanya bisa tampil dengan baik, tetapi Tuhan memberikan hasil yang lebih dari yang kami harapkan. Karena itu kami sangat bersyukur dan bangga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, persiapan menuju Pesparani IV Papua Barat juga dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar satu bulan. Meski demikian, kerja keras peserta, pelatih, dan pendamping mampu membuahkan hasil yang membanggakan.
Yosep turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, LP3KD Kabupaten Manokwari Selatan, para pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik selama proses latihan maupun pembiayaan sehingga kontingen dapat mengikuti Pesparani dengan baik.
”Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan dan seluruh pihak yang telah mendukung, baik dalam proses latihan maupun pendanaan sehingga kami dapat mengikuti Pesparani dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap prestasi yang diraih pada Pesparani IV Papua Barat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga kontingen Papua Barat mampu tampil lebih maksimal pada Pesparani Katolik Tingkat Nasional di Manado. (SA01)
Juara Lomba Mazmur OMK, Manokwari Selatan Matangkan Persiapan Menuju Pesparani Nasional








