STT Erikson Tritt Mewisuda 67 Lulusan, Bupati Hermus Berharap Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Erikson Tritt Manokwari mewisuda 67 lulusan dalam Wisuda XXXV yang digelar di Manokwari, Jumat (3/7). Para lulusan diharapkan mampu menjadi pelayan yang berintegritas serta menjadi teladan di lingkungan keluarga, gereja, dan masyarakat.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manokwari, Jeffry Sahuburua, menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan teologi.

Menurut Hermus, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dan dedikasi selama menempuh pendidikan. “Capaian ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan spiritual dan intelektual. Kiranya ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk melayani dengan setia dan bertanggung jawab,” katanya.

Hermus mengajak para lulusan mendedikasikan diri untuk melayani masyarakat dengan penuh integritas, belas kasih, dan tanggung jawab. Pendidikan teologi, menurutnya, bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi amanah yang harus digunakan bagi kepentingan yang lebih besar.

Ia berpesan agar para lulusan senantiasa memegang teguh nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan damai sejahtera dalam setiap pelayanan.

Selain itu, para lulusan juga diminta menjaga karakter, kerendahan hati, serta terus belajar sepanjang hayat sebagai bekal menjalankan panggilan pelayanan.

“Saudara-saudara diharapkan menjadi teladan yang baik di lingkungan keluarga, gereja, dan masyarakat. Junjunglah nilai kejujuran dan pelayanan di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua STT Erikson Tritt Manokwari, Dr. George Rumbekwan, mengatakan wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian kepada Tuhan, gereja, masyarakat, pemerintah, bangsa, dan negara.

Menurutnya, para lulusan telah melewati proses pembentukan akademik, spiritual, karakter, dan pelayanan yang menjadi bekal untuk berkarya di tengah masyarakat.

“Pengetahuan yang dipercayakan kepada saudara bukan untuk disimpan, melainkan untuk dibagikan. Gelar dan ilmu yang diberikan Tuhan melalui STT Erikson Tritt bukan untuk dibanggakan, tetapi dipakai membangun gereja, masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

George mengingatkan bahwa keberhasilan seorang lulusan teologi tidak diukur dari jabatan yang diraih, melainkan dari dampak positif yang diberikan bagi kehidupan orang lain.

Ia berharap seluruh lulusan mampu menjadi pembawa damai, pengajar yang setia pada firman Tuhan, serta pribadi yang membawa perubahan positif di mana pun ditempatkan.

Pada kesempatan itu, George juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga atas doa, dukungan, dan pengorbanan yang telah diberikan selama para mahasiswa menempuh pendidikan hingga berhasil menyelesaikan studi. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *