MANOKWARI, SURYA ARFAK – Persiapan pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Muaythai Indonesia Provinsi Papua Barat terus dimatangkan oleh panitia dan pengurus sebagai bagian dari upaya konsolidasi organisasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan berorientasi pada prestasi atlet.
Plt Ketua Muaythai Indonesia Provinsi Papua Barat, Daniel Paul F. Mapahai, bersama Ketua Panitia Musprovlub, Martinus Nuham, terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga, termasuk KONI Papua Barat, guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Musprovlub berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Menurut pria yang akrab dipanggil Renold ini, Musprovlub bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi Muaythai Papua Barat ke depan.
“Kami ingin membangun organisasi yang profesional, transparan, dan benar-benar hadir untuk kepentingan atlet. Musprovlub ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi, memperkuat pembinaan, dan menyiapkan Muaythai Papua Barat agar lebih siap menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan,” ujar Renold.
Sementara itu, Ketua Panitia Musprovlub, Martinus Nuham, mengatakan berbagai persiapan teknis maupun administrasi terus dilakukan guna menyukseskan pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini panitia bersama pengurus telah melakukan konsolidasi organisasi, menyerahkan tujuh Surat Keputusan (SK) Pengurus Kabupaten/Kota kepada KONI Papua Barat, serta membangun komunikasi dengan Pengurus Besar Muaythai Indonesia terkait pelaksanaan Musprovlub.
“Kami berharap seluruh keluarga besar Muaythai Papua Barat dapat mendukung dan menyukseskan Musprovlub ini sebagai momentum kebangkitan organisasi dan pembinaan atlet yang lebih baik di masa mendatang,” kata Martinus.
Dengan semangat kebersamaan, Muaythai Indonesia Papua Barat optimistis Musprovlub akan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan yang kuat, solid, serta mampu membawa Muaythai Papua Barat menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional. (SA01)








