MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026. Jumlah itu meningkat drastis setelah adanya arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menambah 60.000 sekolah dari target awal 11.744 sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu upaya pemerintah mempercepat pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
“Awalnya pada tahun 2026 Kemendikdasmen akan melakukan revitalisasi 11.744 sekolah, namun Presiden Prabowo memberikan arahan untuk ditambah 60.000 sekolah lagi,” ujar Abdul Mu’ti saat peresmian sekolah penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan penyerahan bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Kamis (28/5).
Dengan tambahan tersebut, kata dia, pemerintah akan melakukan revitalisasi sekaligus pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pada total 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada 2026.
Sebelumnya, pada tahun 2025 Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan. Jika digabung dengan target tahun 2026, maka hampir 100.000 sekolah akan diperbaiki dalam kurun dua tahun.
“Kami akan melakukan revitalisasi termasuk pendirian Unit Sekolah Baru untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” katanya.
Khusus di Papua Barat, pada tahun 2025 Kemendikdasmen mengalokasikan revitalisasi untuk 89 sekolah dengan total anggaran Rp114 miliar dan seluruhnya telah selesai 100 persen.
Sementara untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua Barat mengusulkan revitalisasi bagi 211 sekolah.
“Ini berarti 100 persen lebih usulan tambahan ini, tapi mudah-mudahan bisa dipenuhi kalau ada tambahan 60.000 dari Pak Presiden,” ujarnya.
Untuk Kabupaten Manokwari sendiri, pada tahun 2025 sebanyak 31 sekolah direvitalisasi dengan total anggaran Rp39,9 miliar dan seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen.
Sedangkan usulan revitalisasi tahun 2026 dari Kabupaten Manokwari mencapai 53 sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan total anggaran Rp10,6 miliar.
“Mudah-mudahan dengan doa Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan semua tokoh agama usulan yang 53 ini dapat dipenuhi, paling tidak mendekati 53,” katanya.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyampaikan apresiasi kepada Abdul Mu’ti atas komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk di Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.
“Program ini tidak lahir secara kebetulan. Kami sangat meyakini bahwa Bapak Abdul Mu’ti sebagai pelaku pendidikan yang mengerti benar dan tahu persis permasalahan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, sehingga program ini benar-benar bermutu, relevan, dan bermanfaat untuk menjawab kebutuhan pembangunan di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Manokwari,” ujarnya. (SA01)








